"Karena Bezel yang Tebal Itu Semacam Aib Memalukan" Featured

Agak geli juga ketika Kami menemukan The Verge, situs panutan soal teknologi ini mengusung sebuah artikel dengan judul rada sarkastik, “Hey Sony, your bezel’s showing”

Mereka merujuk pada Sony Xperia XZs, smartphone agak flagship Sony yang masih mengandalkan garis desain omnibalance yang ‘itu-itu’ saja: jidat lebar plus dagu tebal dan kusen yang tak beranjak ramping.

Keteguhan (baca: sifat keras kepala) Sony menggunakan desain yang konvensional tak urung menggoda The Verge untuk melabeli XZs dengan sebutan smartphone retro.

Sementara brand lain mulai berlomba-lomba menipiskan bezel dan terus-menerus meyakinkan kita bahwa bezel-less adalah “the new standard of beauty”, beberapa smartphone bergaya tradisional dari Sony, Huawei dan beberapa smartphone lain seperti harus mengakui bahwa mereka mulai terlihat ‘bulk’ dan ‘ugly’. Semacam perasaan yang disandang oleh ABG yang masih memutar lagu hasil download file MP3 di situs ilegal sementara temannya sudah fasih menggunakan Spotify…

Bezel-less is The New Standard of Beauty

Di kisaran bulan April hingga awal Oktober ini, kita disuguhi oleh berbagai macam smartphone dengan desain bezel yang super tipis, bahkan nyaris tanpa bezel. Samsung Galaxy S8 misalnya. Mereka secara provokatif memunculkan tagline “unbox your phone” dengan maksud menyindir smartphone-smartphone lain yang masih terkungkung dalam desain bezel yang tebal dan teknologi yang ketinggalan.

Langkah Samsung kemudian diikuti oleh LG G5 yang meskipun bezelnya tak setipis Galaxy S8, namun ukurannya sudah jauh lebih ramping dibanding pendahulunya, LG G5.

Berturut kemudian muncul Essential, smartphone besutan Andy Rubin sang pendiri Android yang kini coba bersolo karir. Desainnya juga hampir menghilangkan tepi sementara desain bagian atasnya malah sudah setipis bagian sampingnya. Xiaomi menyusul rombongan bezel tipis dengan memunculkan Xiaomi Mi Mix 2, yang secara market head to head dengan Samsung Galaxy Note 8 yang datang belakangan. Terakhir, Apple mengeluarkan jagoannya yaitu iPhone X, juga dengan layar super lebar dengan bezel yang tipis hampir di semua sisi.

Tren perampingan bezel sendiri tak lepas dari penggunaan edge-to-edge display (display dari tepi ke tepi) yang sebenarnya sudah mulai dijajaki oleh Samsung sejak pemunculan Galaxy S6 Edge. Tak hanya megedepankan sisi estetika dengan menampilkan desain melengkung hingga ke tepi, namun Samsung juga membuatnya fungsional dengan menempatkan berbagai menu di sisi kanan dan kiri layar yang melengkung.

Google Pixel 2, yang muncul paling belakang mungkin tidak menerapkan desain bezel-less seekstrim iPhone X atau Xiaomi Mi Mix, namun menyematkan fungsi yang unik. Mereke menyertakan teknologi Squezze yang sebelumnya ada di HTC U11 untuk memicu fitur-fitur tertentu melalui mekanisme remasan di bagian sisi.

Rasio baru

Tren desain bezel-less sebenarnya tidak muncul sendirian. Selain berlomba-lomba menipiskan sisi smartphone, brand saat ini juga mulai merombak displaynya dengan memunculkan rasio baru. Jika sebelumnya rasio panjang dan lebar layar rata-rata adalah 16:9, kini para pembuat smartphone mulai berani “memanjanglan” smartphone. Contoh paling gambling adalah LG G6 (yang kemudian diikuti oleh LG Q6) yang memakai rasio layar 18:9. Ada juga Samsung yang menerapkan layar dengan perbandingan 18.5:9 di Galaxy S8, S8 Plus dan Note 8. Xiaomi Mi Mix 2 pun tak mau ketinggalan ikut-ikutan menggunakan rasio 18:9.

Penggunaan rasio baru ini sebenarnya bisa dimengerti. Dengan ukuran layar smartphone yang cenderung makin luas, produsen smartphone harus memutar otak supaya smartphoneya tidak terlihat lebar dan tetap nyaman digenggam. Dan akhirnya dua solusi bertemu sekaligus: menipiskan bezel dan ‘memanjangkan’ layar aka merubah rasio panjang-lebar.

Restrukturisasi tombol dan fungsi

Kedua tren ini, bezel-less dan penggunaan layar yang lebih panjang ternyata memiliki implikasi terhadap fungsi-fungsi yang selama ini sudah mapan. iPhone X smapai emnghilangkan home button yang juga berfungsi sebagai inputan untuk fitur Touch ID di bagian depannya. Sebagai gantinya, mereka menggunakan teknologi baru yaitu Face ID untuk mengenali penggunanya.

Smartphone lain seperti Samsung Galaxy S8 menghilangkan tombol fisik yang sebelumnya ada di Galaxy S7. Sebagai gantinya, mereka menaruh tombol virtual di layar dan menggeser sensor sidik jarinya di bagian belakang di samping modul kamera.

Wacana untuk mengembangkan sensor sidik jari di bawah layarpun kembali mengemuka demi memberi ruang bagi display yang lebih besar. Qualcomm dikabarkan sedang mengerjakan sensor sidik jari ultrasonic yang dapat bekerja di bawah layar OLED setebal 1,2 milimeter, atau kaca setebal 0,8 milimeter, atau bahan alumunium dengan ketebalan 0,65 milimeter.

Tak hanya mampu bekerja di bawah lapisan kaca atau alumunium, sensor ultarsonik ini dikabarkan juga dapat bekerja meski layar atau jari pengguna dalam keadaan basah, kotor atau berminyak. Sebenarnya teknologi seperti ini akan diterapkan di Samsung Galaxy S8, namun hingga kehadirannyan S8 hanya memakai sensor sidik jari biasa.

Selain sensor dan berbagai fungsi yang mengalami perpindahan, penggunaan layar lebar edge-to-edge juga dituding menjadi salah satu penyebab semakin banyak brand smartphone yang meninggalkan port audio. Layar edge-to-edge tak seharusnya dituduh sebagai satu-satunya pemicu tren ini, karena sebenarnya teknologi audio nirkabel yang makin baik dan juga asesoris audio nirkabel yang semakin banyaklah yang jadi penyebab utamanya.

Merambah ke pasar menengah

Jika awalnya tren desain bezel-less dipicu oleh smartphone-smartphone flagship, namun ternyata langkah ini juga diikuti oleh smartphone yang masuk kategori menengah. Perusahaan riset pasar IDC (International Data Corporation) mendefinisikan smartphone kelas menengah adalah yang dijual di kisaran 200 hingga 400 USD.

Vivo V7+ yang baru diluncurkan akhir bulan September lalu tampil dengan teknologi FullViewTM Display 18:9 dengan mengandeng layar seluas 5,99 inci. Mereka mengklaim bahwa tampilan visual menjadi 12,5% yang lebih besar dibandingkan layar tradisional dengan rasio 16:9. Sementara itu, bezel tampil ramping dengan hanya berukuran 2,15mm.

Oppo yang akhir-akhir ini sering melempar teaser foto-foto dan informasi smartphoen terbarunya (kemungkinan F5) mengisyaratkan akan ikut gerbong bezel-less. Sebelumnya, mereka sudah pernah meluncurkan Oppo F1s dengan bezel setebal kurang dari 2 milimeter. Di smartphone terbarunya nanti, OPPO mengklaim akan menggunakan bezel yang lebih tipis lagi sambil mengusung teknologi layar yang disebut Near Display.

Jangan lupa, disamping kedua smartphone tersebut, LG sudah mencuri start terlebih dahulu dengan meluncurkan smartphone ramping untuk pasar middle yaitu LG Q6. Akan kah tren ini berlanjut ke brand-brand lainnya? Tergantung.

Tergantung apakah kita para konsumen berhasil dibujuk kampanye "bezel-less is the new standard of beauty' atau tiba-tiba tren beralih lagi ke desain lain, entah yang lebih modern atau malah kembali retro. Kita tunggu saja! @ariefburhan

 

 

Rate this item
(1 Vote)
Last modified on Friday, 01 December 2017 01:10

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Latest Tweets

Jago main Mobile Legend, AOV, Vainglory, game yg lg hits? Bisa nulis tips trik game mobile? Yuk gabung jadi kontrib… https://t.co/vxAtFGvyvo
Wordpress, Samsung, Reuters dan 480 Lebih Website Dipastikan Merekam Setiap Aktivitas Penggunanya… https://t.co/WU0vUD5N9q
Begini lho, cara membuat #2017bestnine di Instagram https://t.co/xjCy4pZy0I https://t.co/CBkv8yGbsm
Follow Icondeep on Twitter

Post Gallery

Desain Sama Persis, Lalu Apa Bedanya Xiaomi Mi A1 dan Mi 5X?

Kami Beberkan Cara Menyadap WhatsApp Orang Lain..

Rumor Redmi Note 5: Akhirnya Xiaomi Ikuti Jejak Oppo dan Vivo

Detil Lengkap Xiaomi Redmi 5 :  Foto, Spesifikasi, Varian, dan Harga

Windows Phone Hari Ini Telah 'Mati'

Apakah Moto X4 Android One Memang Dipersiapkan untuk Menghadang Xiaomi Mi A1?

Tentang Mi A1, Smartphone Terbaru Xiaomi yang Tak Terlalu 'Xiaomi'

Angka Penjualannya Kembali Melejit, Apa Rahasia Xiaomi?

Asus Zenfone 4 Max Siap Dipasarkan?